Cara Aman Berbelanja Online

4 Faktor Penentu Kesuksesan dari Soichiro Honda
November 11, 2014
Empat Langkah Menamai Bisnis Kamu
November 13, 2014

konten

Berbelanja dengan memanfaatkan teknologi internet atau dikenal dengan shoping online terus berkembang dan semakin memasyarakat. Sebuah studi melaporkan, saat-saat menjelang liburan, konsumen yang berbelanja secara online meningkat tajam.

Ironisnya, meningkatnya aktifitas jualan melalui online dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Tak hanya situs yang mendapat berkah, namun para penjahat digital juga mendapat berkah. Pasalnya, semakin banyak transaksi, semakin besar pula kemungkinan mereka mendapat apa yang mereka inginkan.

Bagaimana agar terhindar dari gangguan para penjahat tersebut? Inilah 8 cara aman melakukan jual-beli online:

1. Pelajari secara seksama situs tempat Anda berbelanja
Langkah ini harus dilakukan terlebih pada situs-situs yang kurang dikenal. Periksa nomor telepon si penjual dan langsung menghubungi. Kalau Anda tidak yakin, coba melalui mesin pencari Google atau Yahoo kemudian masukkan nama situs web itu. Carilah ulasan dari konsumen mereka. Kalau ada yang tidak beres, tinggalkan saja situs itu.

2. Pelajari kebijakan situs terhadap data pribadi Anda
Jangan sampai situs tersebut memiliki kebijakan pengelola situs boleh memberikan data pribadi ke pihak lain. Baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, dan harus ada garansi. Jika barang yang dikirim cacat, Anda berhak mengirim mengembalikan barang cacat itu untuk ditukar dengan yang bagus. Atau kalupun tidak ada, uang Anda dipastikan kembali.

3. Periksa barang dengan membaca deskripsi produk
Curigailah pada barang bermerek yang dijual dengan potongan harga yang sangat besar.

4. Jangan tergoda barang murah
Jangan terjebak pada tawaran barang dengan harga murah yang datang dari e-mail, apalagi meminta ID dan password tanpa izin dari pemilik e-mail. Itu biasanya kerjaan spammer.

Tapi hati-hati, spammer bisa juga merayu. Ia mengirim e-mail yang seolah-olah datang dari perusahaan baik-baik. Sebaiknya, kunjungi situs perusahaan baik-baik itu dan langsung belanja dari sana. Jangan via e-mail atau jendela pop-up.

5. Pastikan situs itu aman
Tanda itu biasanya berupa gambar gembok di baris status (status bar) browser. Sebelum memasukkan informasi pribadi, pastikan tanda itu ada. Ketika Anda diminta untuk memasukkan informasi pendaftaran nomor kartu kredit, lihat alamat situs web. Harusnya alamat situs web berubah dari http ke ‘shttp’ atau ‘https’. Artinya informasi pembayaran itu dienkripsi.

6. Amankan PC Anda
Minimal PC Anda harus punya antivirus. Lebih baik lagi kalau punya anti spyware dan firewall. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur proses update secara otomatis.

7. Pertimbangkanlah cara pembayaran
Konsumen biasanya kerap melakukan pembayaran dengan kartu kredit. Dengan kartu kredit, Anda punya bukti kuat kalau Anda sudah melakukan transaksi. Jika barang tidak diantar atau tidak sesuai pesanan, ini bisa menjadi bukti.

Namun seiring banyaknya pencurian nomor kartu kredit, maka Anda bisa mempertimbangkan pembayaran dengan menggunakan sistem seperti PayPal, transfer kirim, atau COD.

8. Periksa total harga dan biaya pengiriman
Harga barang, plus ongkos bungkus, plus ongkos kirim, mudah-mudahan ada diskonnya. Bandingkan harga total dari suatu situs dengan web lain. Simpan bukti transaksi, termasuk deskripsi produk dan harga, kwitansi digital, dan juga salinan e-mail antara Anda dengan penjual. Hal yang tak kalah penting matikan PC Anda setelah transaksi. Kalau PC dinyalakan terus, bisa saja sudah ada garong yang sudah menanamkan malware, mengambil alih kendali PC dan melakukan transaksi.

Comments are closed.