5 Kesalahan dalam Berpartner

5 Strategi Melejitkan Penjualan di Social Media
August 14, 2014
4 Gejala Bisnis sedang Tidak berkembang
August 17, 2014

konten

 

Membangun bisnis merupakan proses yang panjang dan berliku. Seringkali terjadi perpecahan antar partner dalam proses tersebut. Niat awalnya sudah baik, proses di awal sudah baik, namun di tengah-tengah muncul berbagai masalah yang sulit menemui jalan keluar.
Banyak bisnis yang akhirnya guncang atau bahkan bangkrut karena masalah perpecahan antar partner ini. Tidak ingin merasakan masalah seperti ini bukan? Simak beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat berpartner:

Terlalu Terburu-buru
Waktu terkadang memainkan peran paling vital. Disaat keadaan mendesak kita sering kali tidak berpikir dengan sangat matang untuk mengajak seseorang atau sebuah perusahaan untuk menjadi partner.

Minimnya waktu untuk saling mengenal dan menyamakan visi misi hingga hal-hal detail lain akhirnya membuat semuanya serba terburu-buru. Hal ini menimbulkan resiko yang cukup besar untuk terjadinya perpecahan ditengah jalan.

Tidak terbuka
Saling tutup-menutupi informasi penting dan berupaya bermain kepentingan sangatlah berpengaruh terhadap keharmonisan dalam berpartner. Sebaliknya, sifat ‘tidak enak’ dan tidak berani complain terhadap partner yang melakukan kesalahan pun bisa menjadi boom waktu dalam perpecahan.

Tidak ada perjanjian tertulis
Ini hal yang paling krusial, berpartner tidak cukup hanya bermodalkan lisan dan gentleman agreement karena bagaimana pun manusia sering lupa (atau pura-pura lupa) terhadap berbagai kesepakatan diawal. Apalagi misalnya, kesepakatan tersebut sangat detail dan penting.

Biasakan untuk membuat perjanjian hitam diatas putih yang jelas, ditandatangani kedua belah pihak agar seluruhnya menjadi jelas dan masing-masing pihak punya pegangan yang jelas pula

Tidak ada pembagian kerja dan profit yang jelas
Percuma ada perjanjian apabila tidak ada pembagian tugas yang jelas dan pembagian profit yang jelas. Hal ini perlu disepakati diawal karena ini merupakan hal yang krusial. Nantinya bisa muncul pihak yang sakit hati yang merasa pekerjaannya lebih berat tapi mendapat hasil sama saja atau bahkan lebih kecil. Semua itu harus diantisipasi dari awal.

Tidak ada exit strategy yang jelas
Bila partnership sudah tidak bisa berlanjut, maka harus disiapkan pula exit strategy yang baik bagi semua pihak.
Masalah pembagian aset, pengembalian modal, dan intangible assets perlu disiapkan dengan baik agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan
Dasar partnership adalah kepercayaan, tanpa itu semua sepertinya akan percuma. Mudah-mudahan beberapa informasi diatas bisa semakin menguatkan kepercayaan dan ikatan kita dalam berpartner!

Comments are closed.